Pengertian Bisnis Retail dan Jenis-Jenisnya - Lionel Express

Bisnis retail merupakan pilihan bisnis yang menjanjikan. Itu dikarenakan banyaknya pebisnis yang lebih memilih terjun ke dalamnya. Tingkat persaingannya sangat tinggi. Namun, keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika berhasil meraih kesuksesan di bisnis ini juga sangat besar. Mari kita cari tahu apa itu Bisnis Retail dan bagaimana cara kerjanya.

Apa itu Bisnis Retail?

Bisnis retail adalah kegiatan menjual produk atau jasa kepada konsumen atau pembeli secara langsung dalam jumlah kecil. Produk atau jasa yang dibeli dari bisnis retail sebagian besar digunakan untuk konsumsi pribadi atau kebutuhan rumah tangga.

Bisnis Retail ini dapat dilakukan secara offline atau melalui toko online dan digital, karena tujuannya untuk konsumsi pribadi. Bisnis retail memiliki peran yang sangat penting dalam rantai pasok dari produsen atau grosir besar hingga ke konsumen yang membeli dalam jumlah kecil.

Jenis Bisnis Retail

Tidak semua perusahaan retail memiliki tipe yang sama. Ada beberapa jenis yang harus Anda ketahui sebagai berikut.

Dengan kepemilikan

Berdasarkan kepemilikannya, bisnis retail terbagi menjadi tiga jenis, yaitu waralaba, rantai korporasi, dan perusahaan retail mandiri. Masing-masing memiliki karakteristik sendiri yang membedakan satu dari yang lain:

  • Waralaba: Seperti yang kita ketahui bahwa waralaba adalah sistem pemasaran dari suatu perusahaan yang memberikan hak jualnya kepada perusahaan lain untuk menjalankan bisnis yang sama. Biasanya yang sering dijumpai seperti Pizza Hut, Haus, dan lainnya.
  • Rantai perusahaan: Berbeda dengan waralaba, dalam rantai perusahaan terdapat hubungan satu sama lain dengan manajemen tertentu dan biasanya terdapat sejumlah kepemilikan saham. Contoh rantai perusahaan adalah department store dan supermarket.
  • Perusahaan retail: Jenis ketiga menurut kepemilikan adalah perusahaan ritel independen. Jenis yang satu ini sering dijumpai dengan kepemilikannya bersifat pribadi. Contohnya termasuk toko kelontong dan warung makan.

Berdasarkan Produk Yang Dijual

Tidak semua produk yang dijual oleh perusahaan ritel memiliki produk yang sama. Berdasarkan produk sedikitnya ada dua jenis, yaitu produk berupa barang dan produk berupa jasa:

  • Barang-barang: Jenis pertama adalah perusahaan retail yang menjual berbagai macam barang konsumsi. Dibagi lagi menjadi beberapa jenis seperti department store, toko khusus, ruang pamer katalog, dan produk makanan dan obat-obatan.
  • Melayani: Berbeda dengan tipe pertama, ada bisnis retail yang menjual produk jasa. Mereka menawarkan segalanya mulai dari jasa personal seperti supir hingga jasa persewaan barang seperti persewaan mobil, persewaan sepeda, dan lain-lain.

Berdasarkan Lokasi Penjualan

Tidak hanya berdasarkan produk dan kepemilikan, ada juga jenis usaha retail dilihat dari lokasi penjualannya. Secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu pusat perbelanjaan, pengembangan jalur, dan kawasan pusat bisnis pusat kota.

Baca Juga:   Port to Port Dan Door to Door Service

Ketiganya memiliki lokasi penjualan yang berbeda, seperti pusat perbelanjaan yang umumnya berada dalam satu gedung. Berbeda dengan pembangunan jalur yang lebih luas yang biasanya memiliki lahan untuk area parkir para pengunjungnya. Namun, yang lebih besar dari keduanya adalah kawasan pusat bisnis pusat kota. Lokasi tersebut merupakan pusat bisnis atau area komersial di sebuah kota.

Cara Kerja Bisnis Retail

Setelah Anda mengetahui diatas mengenai pengertian retail dan macamnya, Anda juga perlu mengenali bagaimana agar bisnis retail berjalan. Bisnis retail biasanya menerapkan sistem yang dapat memasok barang dagangan untuk dijual kembali ke konsumen tingkat akhir.

Penting bagi perusahaan ritel untuk menjalin kerjasama dengan pelaku usaha lain agar stok barang yang dibutuhkan terpenuhi. Rantai pasok produk dimulai dari produsen, grosir, pengecer hingga akhirnya produk sampai ke tangan konsumen akhir.

Barang akan diproduksi atau dibuat oleh produsen dengan memanfaatkan mesin, bahan baku dan tenaga kerja untuk mendapatkan hasil. Produk yang dihasilkan nantinya akan dijual kembali oleh grosir atau penjualan dalam jumlah banyak. Dan biasanya untuk produk grosir ini akan dibeli oleh bisnis retail dan produk tersebut akan dijual kembali secara eceran pada pihak konsumen tingkat akhir.

Produk yang dibeli oleh konsumen tingkat akhir akan digunakan oleh konsumen itu sendiri, bukan untuk dijual kembali. Meski terlihat mudah, namun tidak mudah bagi penjual eceran untuk memasarkan produknya karena harga yang ditawarkan biasanya lebih tinggi dari penjual grosir.

Karakteristik Bisnis Retail

Bisnis retail memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan jenis bisnis lainnya. Secara umum ciri usaha ini, yaitu sebagai berikut:

Menjual Produk Dalam Jumlah Satuan

Dalam menjual barang, bisnis retail melakukannya dengan satuan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan bagaimana cara mempromosikan barang untuk menarik konsumen.

Karena menjual barang secara satuan, maka usaha retail juga harus menyediakan stock barang untuk konsumen. Kunci penting dalam menyediakan stok barang adalah bagaimana retailer dapat menyediakan barang kapanpun konsumen membutuhkannya.

Berhadapan Langsung Dengan Konsumen

Sebagai ujung rantai pasok, bisnis retail akan berhadapan langsung dengan konsumen. Jadi bisnis retail ini perlu mempunyai sistem dan proses pembayaran produk yang sebenarnya tidak ribet, cepat bahkan juga mudah.

Menyediakan Berbagai Jenis Produk

Bisnis retail yaitu jenis bisnis menjual barang melalui sistem eceran atau satuan. Hal ini dilakukan agar konsumen dapat berbelanja segala kebutuhan rumah tangganya sekaligus di satu tempat.